My Photo

May 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31

Categories

Powered by Friendster Blogs

May 28, 2008

Masa-Masa di Kosan: 3 Bulan ke 3 (Februari, Maret, April 2007)

Februari 2007
Hari Valentine datang. Aku masih jomblo. Begitupun Cipto. Ya sudah, karena masing-masing tidak memiliki date, jadilah kami janjian untuk merayakan Valentine berdua. Hari itu aku berdandan ala girly karena janjiannya seperti itu. Aku mengenakan kemeja garis-garis pink, celana panjang kain hitam, tas jinjing hitam, dan sepatu hitam berhak 3cm bergaris pink. Rambutku yang ber-highlight dicatok, dibelah pinggir, dan dijepit pink samping dengan manisnya.

Sore pun tiba, aku langsung turun gedung dan menghubungi Cipto. Cipto masih terjebak macet. Aneh bin ajaib, biasanya laki-laki lah yang menunggu perempuan dalam berkencan. Cipto akhirnya tiba juga. Dia mengenakan kemeja putih, rompi biru navy, celana kain abu-abu, dan tas selempang. Rambut potongan pendek rapih di-gel. Tidak lupa kacamata bertengger di muka.

Kami langsung mengambil P19 menuju ke Plaza Senayan, Sushi Tei. Karena kami hanya pegawai miskin yang pelit jadi kami hanya memesan piring yang berwarna biru dan pink. Minum juga memilih ocha dingin yang freeflow. Tak lupa, kami juga menyemil acar jahe gratis. Tapi, kami puas sekali. Kami duduk di meja samping jendela menghadap pelataran parkir.

Selesai dari Sushi Tei kami berputar-putar di Plaza Senayan bergandengan tangan. Tiba-tiba Cipto menegur: ‘emangnya kita anak SD?’ Aku baru sadar aku bergandengan tangan dengan dia dan mengayun-ayunkannya. Maklum, biasanya aku bergandengan dengan perempuan (Irma) dan biasa berayun-ayunan tangan.

Capek jalan-jalan, kami mampir ke Starbucks, ngopi-ngopi. Kami lalu bercerita-cerita nostalgia jaman SMU. Bercerita bagaimana kesan aku terhadap Cipto waktu SMU: si kecil yang ceriwis dan bagaimana kesan Cipto terhadap aku saat SMU: Jutek mampus.  Pulangnya aku diantar Cipto sampai ke kosan.

Beberapa hari kemudian di suatu hari Jumat, dalam rangka merayakan M. Dewi mendapat bonus aku ditraktir M. Dewi makan Sushi Tei. Hari itu aku pulang ke kantor M. Dewi yang saat itu masih di gedung Standard Chartered yang lama. Sepanjang menunggu jam pulang M. Dewi, aku menonton berita bahwa banjir melanda wilayah Jakarta di sejumlah titik. Aku sendiri sebelum sampai ke kantor M. Dewi melihat kemacetan di depan gedungku yang diprakasai oleh luapan sungai Benhil yang kulihat dari gedung M. Dewi bekerja ini seperti luapan air cokelat.

Kami ke Sushi Tei Plaza Indonesia dengan P19. Selesai dari Sushi Tei, kami kesulitan mendapat kendaraan, akhirnya kami menaiki sebuah bus patas dan sampailah di depan Bank Indonesia. B. dodi akhirnya menjemput.

Akhir pekan kuhabiskan di apartemen M. Dewi di dekat Ancol karena banjir melanda jalanan di Jakarta. M. Dewi yang kebosanan akhirnya mengajak jalan-jalan ke Ancol. Kami bersantap seafood di restoran Bandar Jakarta (apa rayaan ultah mami ya???) dengan hidangan cah kangkung, ikan pecah kulit, ikan bakar, dan kepiting telur lada hitam (Aaaahhh.. Pingin lagiii!!!!).

Saat berjalan-jalan di pinggir pantai, aku mendapat SMS dari Irma. Dia bilang bahwa kosan dia kebanjiran sampai se-paha. Dia terpaksa mengoyok (berjalan di genangan air) dengan genangan air setinggi paha (eeewwwwww… membayangkannya saja udah.. huek!). Dan katanya, berikut dengan pemandangan bangkai tikus dan kecoak mengapung di sekitar (triple eeeeewwwwww!!!!). Irma lalu harus memanjat jalan tol, naik tronton, dan naik bus ke bogor ke rumah kakaknya, mengungsi (Ya Ampun Gusti… Ga kebayang gatal-gatal sepanjang jalan karena air kotor!).

Kosanku ternyata baik-baik saja karena letaknya tinggi, meski orang-orang di dalamnya tetap saja tidak dapat ke mana-mana. Hari Senin pagi, air sudah mulai menyusut, aku mencoba masuk kantor. Jreeeeng!!! Hanya ada resepsionis, aku, dan 2 orang jepang. Esok harinya baru bermunculan yang lain.


Maret 2007
Di ulang tahun almarhum papi, aku pulang ke cirebon, nyekar.

April 2007
Aku dan sekeluarga ke Bandung. M. Dewi ingin merayakan … (aku lupa). Akhirnya keluargaku dan keluarga B. Dodi makan bersama di Warung Laos di daerah Cipaganti. Aku memesan Sirloin Steak dan Youghurt dengan potongan Strawberrry (Pingiiiiin Lagiii!!!!!). Di rumah Bandung, aku baru sadar bahwa aku tidak membawa bawahan ganti. Alhasil, aku tidak berganti celana panjang selama di Bandung, padahal celana ini sudah aku pakai seharian kerja dan naik kereta… Owwww!!!

Dari Warung Laos, aku tidak ikut pulang ke rumah Bandung. Aku ada acara dengan Tatu. Malam itu aku menginap di rumah Mia. Irma terkaget-kaget melihatku mengenakan baby-doll, sepertinya aku sedang out of character. Kami berempat (Irma, Mia, Nura, dan Aku) bergossip dan nonton DVD. Besok sorenya, aku ke kosan Nanan. Dari kosan Nanan, aku dan Nanan ke Sushi Tei Bandung. Cipto dan 2 temannya (Cheva dan Dika) ikut bergabung. Kemudian, tercetuslah: Nonton PERSIB vs. PSMS Live dari Siliwangi Stadion!

Kami tentunya tidak fokus menonton, justru malah sibuk berfoto-foto ria. Penonton di sekitar kami pun jadi ikut-ikutan menonton kelakuan narsis kami. Aku ingat ada bule di sampingku yang tersenyum-senyum geli melihat Cipto sibuk berpose. Acara menonton ini pun diselingi adanya pencopet yang dengan kurang ajarnya merogoh kantung belakang celana Dika, untung Dika menaruh semua barang-barang berharga di tas yang dia hadapkan depan dada. Sepulang dari nonton bola, karena lapar dan haus, kami mampir ke Madtari, warung tenda-tenda, dan berfoto-foto lagi. Di sinilah tercetus ide untuk tour ke kebun binatang ITB.

Esok paginya, Aku berangkat secara terpisah dengan Nanan karena Nanan harus menjemput Oma terlebih dahulu. Karena kemacetan, angkot yang kunaiki putar balik dan tidak lanjut ke ITB. Akhirnya aku turun di dekat Gasibu. Begitu turun dari angkot, hidungku yang tajam ini mengendus sesuatu yang familiar: LUMPIAH BASAH! (Ahhhh.. kangen lumpia basah!!!!) Aku pun meng-SMS Nanan, apakah dia ingin. Akhirnya kubeli 2 porsi.

Sudah lama aku tidak ke Bandung dan menyelusuri jalanan yang biasa aku, mia, nura, dan irma, telusuri kalau makan-makan di Jl. Imam Bonjol, Dipati Ukur. Kuputuskan untuk jalan kaki saja ke ITB. Sesampai di ITB, kuperiksa HP, Cipto dan Nanan telat. Akhirnya aku menikmati lumpia basah sendirian sambil menanti kedatangan mereka.

Cipto akhirnya datang bersama temannya, Dika.

Cipto, “Buset! Dari jauh gw kira lo bule beneran!” Kalimat ini keluar karena penampilanku: rambut ikal cokelat tembaga yang semakin terang di bawah sinar matahari diikat asal, kulitku memang terang dan aga kemerahan karena bekas jerawat plus kalau terkena panas berefek seperti ini, tas ransel biru yang bertengger di pundak, kaos warna ungu lengan ¾, celana kain biru donker yang terpaksa digulung setengah betis karena terkena lumpur saat nonton bola semalam, dan sendal jepit manik-manik telpek. Singkat kata: seperti bule lagi back-packing. (Halaaaah..)

Segera setelah semua berkumpul, kami menyerbu kebun binatang, dan berpose di manapun kami bisa. Kelakuan kami tidak kalah menarik dari penghuni kebun binatang. Pertama-tama kami berpose di depan Kandang Harimau Loreng. Sialnya, harimau ini sedang malas, dia tiduran saja. Kesal sudah niat datang, tapi si harimau tidak mau beraksi, Aku dan Cipto menoel-noel si harimau dengan ranting. Eh.. si Harimau bersin. Cipto langsung ngibrit sambil teriak, “Aaaaaah!!! Flu Macan! Flu Macan!” yang kontan menarik perhatian pengunjung lain.

Dari kandang harimau, kami ke sarang ular. Tak lupa berpose di bawah palang SARANG ULAR dengan gaya seakan-akan ular yang berdiri.  Aku jadi ingat dengan Britney di tahun 2001 yang menari di MTV MA dengan ular piton albino. Kebetulan ada ular piton pendek, langsung deh aku request minta pose dengan ular di pundakku. Nanan, Cipto, dan Dika akhirnya ikutan berpose bersama ular. Ada satu ular kecil yang narsis banget, di mana kamera ada, kepalanya selalu menghadap ke arah lensa.

Kemudian kami ke kandang burung bangau, saat sedang bertengger di pagar kandang, Aku dan Cipto merasakan ada sorotan, ternyata benar, Nanan mengarahkan kamera ke arah kami, langsung deh kami berpose. Eh, Nanan bilang, “ini bukan foto…” begitu mudeng, Aku dan Cipto langsung melakukan gerakan-gerakan aneh bin ajaib, yang kata Dika sih, “kalaupun di pajang di Youtube ga bakalan ada yang nonton.”

Kami melihat kandang anak buaya. Cipto menyuruhku berpose di bawah plang bertuliskan AWAS GALAK! dengan muka jutekku senatural mungkin, bukan hal yang sulit bagiku tentunya yang sedari bayi pun mukanya jutek banget.

Kami lalu menyewa perahu untuk berkeliling danau hanya untuk kami berempat saja. Nanan ikutan mendayung. Aku, Cipto, dan Dika sibuk berpose di depan kamera.

Usai berkeliling danau, kami istirahat di suatu gubuk, aku dan Cipto sesumbar suara menyanyikan lagu Bryan Adams dan Barbara Streissand “I Finally Found Someone”. Capek nyanyi-nyanyi, butuh minum. Akhirnya kami makan di warung. Aku pesan gado-gado. Di tengah-tengah acara makan, tiba-tiba Cipto membelalakan mata dan tangannya terjulur menunjuk ke suatu arah di luar warung sambil berteriak, “AAAA!!! AAAAA!!!! Ontaaa!!! Ada Ontaaa!!!!” Kaget, dong, kami bertiga, kirain ada apaan. Ternyata ada onta yang bisa dikendarai.

Akhirnya tour ITB Zoo usai. Waktu keberangkatan kereta balik ke Jakartaku masih 2 jam lagi, jadi kami memutuskan untuk ke BIP, makan lagi, karena tadi kurang kenyang dan aku harus beli bekal untuk di kereta. Sebelum ke BIP, kami menyempatkan diri ke BTC, nyetor hasil-hasil foto untuk diprint. Akhirnya jam 4 sore, aku sampai di stasiun di antar Nanan dan Cipto. Dika ada keperluan, jadi dia turun di tengah jalan.

April yang tidak akan terlupakan!!!!

                            

May 21, 2008

A Poem For Recent Life

Life’s Getting Crazy

Some People Are Getting Nutty

While Others’re Being Cranky

She and He Are Being Bitchy

The Needy Kill The Kiddy

Things Turn to Ugly

Life’s No More Heavenly

Though The Sun Keeps Shining Brightly

Say: “Live Life Patiently,

Though It’s Not Easy”

May 16, 2008

Masa-Masa di Kosan: 3 Bulan ke 2 (November-Desember 2006, Januari 2007)

November 2006
Bulan sudah bergulir ke November. Mulai merasa kebosanan di kantor dan di kosan. Setiap hari kerjaannya buka-buka berbagai macam situs dan membaca segala wacana dari berbagai macam topik. YM belum bisa diinstall karena diproteksi oleh IT administrator. Kalau mulai bosan, aku menelepon ke sana ke mari yang bukan urusan kantor (mau gimana lagi, kerjaan memang sudah selesai..).


Akhirnya aku sering mengisi buletin board (bulbo) agar aku dapat bersenam jari dan terlihat sibuk di mata boss (hue3x…). Suatu ketika, aku berkali-kali membaca bublo dari teman smu yang isinya gamblang sekali.. MINTA PACAR!
Teman SMUku itu (Cipto Handoyo), tidak aku kenal semasa SMU, memoriku mengenai dia hanya: sosok kecil bersuara seperti tikus mencicit dengan baju seragam kegedean yang sedang berbincang-bincang dengan salah satu teman sekelasku di depan IPS2, HANYA ITU!  (yang merasa jangan tersinggung yaaah… yang penting sekarang dikau OKEH).


Karena aku penasaran, akhirnya aku iseng lah melihat profile FS dia dan Hei! Hei! Hei! Hei! Hei! Kok, dia tidak seperti yang aku ingat ya? Memang sudah 5 tahun tidak ketemu juga, sih.. Dia sudah lebih matang dan tampan (yang merasa silakan GR!). Kulihat dia juga bekerja di Jakarta. Sehubungan aku sudah bosan di kosan (M. Dewi fokus ke keluarga baru (namanya juga Newlywed), Kak Thea juga lagi hangat-hangatnya dengan sang pacar (Mas Teg), Kak Yasmin sibuk hang out, Irma Nun Jauh di Klapa Gading, dan Deon yang anti diganggu di akhir pekan) dan di kantor, jadi kupikir tidak ada salahnya aku menambah teman 1 lagi untuk referensi teman jalan. Akhirnya, kulayangkan 1 message ke dia.


Tidak disangka, respon dari Cipto cepat. Akhirnya jadilah kami bertemu di Plaza Semanggi di suatu sabtu malam, tepatnya di Rice Bowl. Cipto ngaret 2 jam! Rasanya sudah ingin aku rajam! (Hyahahahahhahahah!). Selama menunggu, aku sempat celingukan melihat orang-orang yang tampan dengan baju hitam (karena janjiannya Cipto pakai baju hitam dan ya Cipto, kau memiliki wajah tampan, puas?!!! Hue3x..), tiba-tiba muncul lah setubuh kurus dengan sweater hitam. Cipto Handoyo telah hadir.


Fisik Cipto tidak seperti yang kubayangkan saat melihat fotonya di FS. Dia sangat kurus aslinya. Langsung lah bubar jalan semua ketertarikan dan benar saja.. Saat kami bersalaman, aku tidak merasakan apapun. Tapi kami tetap ngobrol. Ternyata anaknya asik juga, nyambung sana-sini dan berpikiran terbuka.  Kami akhirnya bercokol berjam-jam di Plaza Semanggi, sampai pindah tempat makan 3x: Rice Bowl, Café Avenue, dan Food Courts. Menjelang pulang, Cipto tidak sengaja bertemu teman-temannya yang mengajak nonton Mid-Night. Cipto mengajakku. Awalnya aku tidak mau karena aku takut pulang malam-malam. Tapi Cipto menjanjikan mengantar aku ke kosan dengan selamat. Akhirnya kami menonton The Grudge 2.


Aku tidak pernah nonton Mid Night sebelumnya. Seru juga. Apalagi filmnya memang bikin penonton (aku gitu…) teriak-teriak karena kaget. Selesai nonton, kami langsung pulang. Karena tidak kunjung dapat taksi, akhirnya Cipto dan teman-temannya mengantarku pulang dengan jalan kaki.


DESEMBER 2006
Sepupuku, Gita, pulang dari Melbourne. Jadi, hampir tiap pekan aku main ke rumahnya di daerah Pondok Indah. Aku memberanikan diri naik P19 dari depan kantorku ke Blok M sepulang kantor, meski hati was-was karena aku pernah nonton di ‘Buser’ dkk tentang kegiatan kriminal di kendaraan umum, terutama di malam hari.


Hampir tiap minggu juga aku ke salon kalau bukan menemani dia, ya.. menemani tanteku. Hasil dari salon adalah rambutku di-highlight. Karena aku pernah menghitamkan rambutku sedangkan rambutku sudah tumbuh juga, akhirnya hasilnya menjadi 3 tones, padahal aku hanya membayar untuk 2 tones.


Tahun baru aku habiskan bersama Tante Ita, Om Tata, dan Gita dengan berkeliling Jakarta sebelum jam 12. Sekitar jam 9an kami makan di rumah Nyonya siapaaa gitu di depan Parkit, Sarinah. Masakannya enak, nuansanya juga seperti di rumah jaman dulu, nyaman sekali. Sebelum jam 12, kami sudah sampai di rumah Pondok Indah. Gita sibuk dengan laptopnya, sedangkan aku nonton Little Miss Sunshine. Aku tidak sadar jarum jam sudah bergeser jam 12 lebih. “Eh, Git, dah taun baru, bo… Met Taun Baru…” tiba-tiba rasa kantuk menyerangku dan aku melayanglah ke dunia mimpi.


Januari 2007
Hari idul Adha datang, aku merayakan bersama keluarga tante Ita di Cimelati. Di hari ini juga, ada peristiwa penggantungan Sadam Hussein. Aku tidur satu kamar dengan Gita. Aku ingat aku bermimpi sepanjang malam melihat sosok bayi, wajahnya, close-up. Bayi itu lucu sekali. Sepulang dari Cimelati, saat menuruni tangga di rumah Pondok Indah, aku mendapat SMS dari M. Dewi yang menyatakan kalau dia positif hamil. Aku akan menjadi tante!!!!

Pertama kalinya juga aku merayakan Tahun Baru dengan perusahaan di Shangri-La, All You Can Eat. Sebagai anak kosan dengan gaji pas-pasan, aku menyambut acara ini dengan suka hati.


May 12, 2008

Love Drives You Crazy?

Sometimes Love can drive you crazy? Really?
Sometimes insecurity can drive you nutty..
I've been lost and found..
But, my insecurity might make me get lost again..
I'm trying to hold on, and still..
I'm so confused...
But I know for sure.. I miss him.. and I love him..

April 23, 2008

Masa-Masa Di Kosan (Tiga Bulan Pertama, Juli-Oktober 2006)

Masa-Masa di Kosan

 

Tiga Bulan Pertama (Juli-Oktober 2006)

 

Sampai saat ini hingga 7 minggu mendatang, aku tinggal di sebuah bangunan rumah kos-kosan di suatu titik di ibukota. Rumah ini terdiri dari 3 lantai, masing-masing lantai terdiri dari 20 kamar. Dilihat dari jumlah kamar saja, tentu sudah terbayang betapa besarnya rumah ini, bukan? Karena luasnya rumah ini, sampai-sampai temanku waktu awal-awal main ke kosanku, sering tersasar di dalam rumah (hemmmm jadi terbayang rumahnya Tao Ming Tse, ya??? He3x.. Jauh, kok..). Tapi, kalau dilihat dari luar, orang mungkin akan mengira itu kandang burung, maklum bangunan tua, dan memang bentuknya aneh.

 

Aku tinggal di kosan ini sejak bulan Juli 2006 setelah diterima di salah satu perusahaan asing di dekat kosan. Awalnya aku berbagi kamar kosan dengan kakak perempuanku (M. Dewi) karena 3 bulan kemudian dia akan menikah, jadi aku hanya melanjutkan ijin menyewa saja. Karena belum tahu bagaimana situasi Jakarta, ditambah dengan cerita-cerita anak-anak di KKN Majalaya 2004, Aku tidak pernah pergi ke mana-mana di bulan-bulan awal tinggal di Jakarta. Jalan-jalan pertamaku di Jakarta adalah ke Sushi Tei di Plaza Indonesia. Aku diajak M. Dewi. Aku langsung jatuh cinta dengan Sushi Tei, makanan bervariasi dan minum freeflow.

 


Kegiatanku pada awal-awal di kosan hanya: baca buku, bersih-bersih kamar, nonton DVD bajakan, dan berbincang-bincang dengan teman-teman kosan (bersosialisasi). Selama tinggal dengan M. Dewi, kadang-kadang Aku membantu menyiapkan pernak-pernik pernikahannya: undangan dan tanda terimakasih. Tanganku tidak begitu terampil untuk kerajinan tangan, jadi segera saja M. Dewi memecatku dari urusan gunting-menggunting amplop undangan yang tutupnya kepanjangan karena hasil guntinganku miring-miring.

 

Di pagi hari aku biasanya sibuk menata rambut karena saat itu aku belum kembali pakai krudung, rambut ikalku tergerai sampai sedada. Aku memang sengaja memanjangkannya untuk pernikahan M. Dewi, jadi aku tidak usah pakai rambut palsu untuk sanggul.

 

Karena gaji awalku kecil, Aku harus berhemat. Aku tidak mau meminta suntikan dana dari mami karena tentunya gengsi, dong, sudah lulus kuliah dan berani merantau di kota lain, masa masih minta suntikan dana? Kapan aku mandiri? Begitu pikirku. Akhirnya, aku pulang pergi jalan kaki. Jarak kosan-kantorku lumayan dekat. Kalau aku berjalan kaki dengan kecepatan normalku, dapat dicapai dalam 15-20menit. Yah..hitung-hitung olah raga.

 

Penghematan juga dilakukan di ‘makan’. M. Dewi menyarankan untuk beli sarapan di suatu warteg di dekat kosan, harga murah dan rasa lumayan. Untuk makan siang, aku membeli makanan di samping gedung, yang disebut sebagai ‘penjara’ oleh orang-orang kantor, karena kita bertransaksinya lewat pagar, terkadang malah memanjat dan menempel dipagar. Untuk makan malam, terkadang aku beli sendiri, tapi terkadang M. Dewi membawakan aku makanan.

 

Untuk kebutuhan pakaian, sepatu, dan tas, aku tidak kesusahan karena saat kuliah aku sering mengenakan kemeja dan sepatu fantovel (CMIIW). Perusahaanku juga tidak menuntut pegawai untuk mengenakan baju yang resmi. Tambah lagi, aku dapat meminjam pakaian dan tas M. Dewi.

 

Baru sekitar 2 minggu Aku bekerja, Aku mengalami imbas peristiwa gempa. Aku sedang duduk manis mengerjakan tugas (atau sedang pura-pura sibuk ya...??? hohohohohoho), tiba-tiba merasa limbung dan agak pusing (sempat mengira pusing karena AC yang tepat di atas kepalaku)..dan tiba-tiba senior kantorku teriak, 'Eh, Goyang nih! Gempa!'

Sorenya, sepulang kantor karena capek, Aku berbaring dengan bantal menumpuk. Tidak lama kemudian, Aku merasa kasurku goyang-goyang, maju-mundur, dan bantalku turun. Ada teriakan-teriakan di kosan. Karena Aku tidak merasa yakin itu gempa, Aku tetap di kamar. Goncangan semakin keras, akhirnya Aku merasa yakin kalau itu gempa dan keluar kamar. Kosan sudah sunyi, orang-orang sudah berhamburan keluar. Malamnya, Aku, M. Dewi, Kak Thea, dan Kak Yasmin tidur dengan waspada (baca: dengan tas darurat siap dekat tangan).

Bulan September 2006 M. Dewi menikah, aku pulang ke Cirebon dan kembali lagi ke Jakarta pada hari minggunya sebelum resepsi pernikahan benar-benar selesai karena aku harus mengejar kereta sore. Aku tidak berani untuk mengambil kereta yang lebih sore lagi karena aku tidak berani berada di luar kosan di Jakarta pada malam hari.

 

Hari Senin, September 04, 2006, pada jam istirahat, aku memotong rambutku di salon di halaman gedung kantorku. Rambut masih panjang, hanya dirubah bentuknya sedikit.

 

Irma, teman kuliahku, juga mendapatkan pekerjaan di Jakarta, tapi di daerah Kelapa Gading. Karena aku sekarang menguasai kamar sendiri, Irma kadang datang dan menginap. Aku pun kadang datang dan menginap di kosan Irma.

 

Di bulan puasa pertamaku di Jakarta, kebetulan saat itu aku sedang berhalangan, begitupun Irma, saat itu musim kemarau yang panas sekali. Akhirnya Irma dan Aku memutuskan untuk jalan-jalan ke Mall terdekat, Plaza Semanggi. Aku yang menemukan 1 helai rambutku bercabang 3, memutuskan untuk memotong rambut lagi. Kali ini panjangnya hanya sepundak. Tapi rambut ini pun tidak bertahan seberapa lama. Akhirnya Aku memotong rambut lagi hingga hanya tersisa 3-4cm.

Untung pertama kali dalam hidupku aku mengerti mengapa pekerja-pekerja begitu bahagia dan berharap datangnya THR. THR pertamaku, aku belikan DVD player yang kebetulan sedang ada diskon di sebuah supermarket.

 

Di tahun ini lah, pertama kalinya aku merasakan mudik dengan ongkos dari jerih payah sendiri.

February 19, 2008

What Scattered in My Head

Somehow, Sometime, I feel, running the relationship is harder than working in office.. that's why I always take about 1-2 years a break before start a new relationship. But, this time, I will try my best to make it work, be an adult (but, what is an adult?), turn down my selfishness.. and let the result as 'whatever will be will be'

I'm reading 'Quantum Ikhlas' Erbe Sentanu, got some good points here:

Manusia cenderung tidak percaya atau tidak yakin bahwa:

1) Hidup itu NIKMAT serta MENYENANGKAN dan karenanya hanya pantas DISYUKURI,

2) Rezeki sudah diatur cukup dan tidak perlu ada yang kekurangan,

3) Tubuh bisa menyembuhkan dirinya sendiri,

4) Pikiran dan perasaan lebih kuat dari tindakan,

5) Manusia bisa mengubah hidup dengan mengubah pikiran dan perasaannya,

6) Ikhlas (berserah diri) kepada Tuhan itu mudah dan menyenangkan.

And..

"Lakukanlah saja yang terbaik yang bisa Anda lakukan dan ikhlaskan hasilnya pada Tuhan. Biarkanlah sejarah yang mencatat hasil pekerjaan Anda. Sejarah selalu membantu, menyempurnakan, dan memaafkan orang-orang yang ikhlas dalam bekerja. Syukuri dan nikati sepenuhnya hidup Anda. Semua kejadian sudah sempurna seperti apa adanya"

February 18, 2008

My Gratitude for All My Bestfriends.. (Savage Garden - Crash & Burn)

Three days ago, I caught a cold, sneezed, and got spinning head. I just laid on my bed, got simple food for me to take the medicine and went back to sleep. But, such a lovely world that I found.. I want to say my gratitude for all my bestfriends, especially the following persons:

1) Chicko, who with his tender heart treated me 'chicken story', asked me by calling and sms, in morning, day, and night whether I had already got something to eat, vitamin, or medicine. May God bless you all the way and I wish u all the happiness.. You ARE such a Great Guy for A small body.. ;)

2) Kak Thea, for hugging me, and keep asking my condition, even had to cancel her date with Mas Teguh to gave me Panadol cold and flu.. I really really appreaciate that.. Sorry Mas Teg.. Hahahahhaha.. Also, thanks for sharing the orange.. :) May God bless you all the way and I wish u all the happiness..

3) Mommy, for your prayer and attention, asking my condition every morning and night, transfered me some money (ha3x.. i'm an adult and got money transfered! OMG!), and your lovely words, 'kalo ratih ada di cirebon, udah mami peluk..' umh... I MISS MY MOMMY...May God bless you all the way and I wish u all the happiness..

4) Yuni & Prima, for hugging me via emoticons, I can feel it, gals! Thank you for making my world keep warm with your love.. May God bless you all the way and I wish u all the happiness..

Guys.. this song is dedicated for you.. I will love to do the same thing like you did to me whenever you need me..

Savage Garden - Crash & Burn

Love_30  When you feel all alone
And the world has turned its back on you
Give me a moment please to tame your wild wild heart
I know you feel like the walls are closing in on you
It's hard to find relief and people can be so cold
When darkness is upon your door
And you feel that you can't take anymore

Let me be the one you call
If you jump I'll break your fall
Lift you up and fly away with you into the night
If you need to fall apart
I can mend a broken heart
If you need to crash then crash and burn
You're not alone

When you feel all alone
And a loyal friend is hard to find
You're caught in a one way street
With the monsters in your head
When hopes and dreams are far away and
You feel like you can't face the day

Let me be the one you call
If you jump I'll break your fall
Lift you up and fly away with you into the night
If you need to fall apart
I can mend a broken heart
If you need to crash then crash and burn
You're not alone

Because there has always been heartache and pain
And when it's over you'll breathe again
You'll breathe again

When you feel all alone
And the world has turned its back on you
Give me a moment please
To tame your wild wild heart

Let me be the one you call
If you jump I'll break your fall
Lift you up and fly away with you into the night
If you need to fall apart
I can mend a broken heart
If you need to crash then crash and burn
You're not alone

January 02, 2008

Everything Has Its Price to Pay in Any shape, Any Way...

Just want to say that everything in this world has its price to pay, in any shape, any way.. you can call it 'karma', 'circle', 'balancing'...

October 23, 2007

No Man's Woman

No Man's Woman
(Sinéad O'Connor, Scott Cutler, & Anne Preven)

I don't wanna be no man's woman
It don't make me happy this mantrolling
Thing that you got for me so I become
No man's woman
I don't wanna be no man's woman
I've other work I want to get done
I haven't traveled this far to become
No man's woman
No Man's woman
Cuz I'm tired of it
And I'm so scared of it
That I'll never trust again
Cuz a man could fake you
Take your soul and make you
Miserable in so much pain
My friends think I'm alone but I've got secrets
I don't tell everything about the love I get
I got a lovin man but he's a spirit
He never does me harm never treats me bad
He never takes away all the love he has
And I forgive him a million times
I'm never tired of it
And I'm not scared of it
Cuz it doesn't cause me pain
Like a man could fake you
Take your soul and make you
Never be yourself again
I never wanna be no man's woman
I only wanna be my own woman
I haven't traveled this far to become
No man's woman
No man's woman
No man's woman

October 06, 2007

Akhir Pekan Bersama Dede Sarah

Hmmm dah lama ga nulis blogs..kangen jg :p

Wiken ini dihabiskan di rumah dede Sarah, selain aku kangen ma dia, tenagaku juga sedang dibutuhkan karena bibi popon mudik lebaran. Aku sih seneng-seneng aja.. ponakan tercinta..

Pagi ini, saur hanya 1 teguk air putih karena bangun kesiangan, maklum dapet mimpi yang bagus jadi bobonya keterusan. Hua3x...

Aku berangkat ke rumah Dede Sarah dengan membawa sebuah 'grembolan' kresek yang isinya kado dari ponakan Dede Sarah (bingung kan?) dan tas ransel yang penuh barang-barang titipan. Persis orang mudik.

Untung di busway dapet tempat duduk :)

Begitu sampai di depan pintu apartement, Dede Sarah menyambut, dia sedang berbaring di keranjang dorongnya dengan dot di mulut. Aku langsung mengampirinya dan disambut dengan wajah 'konsentrasi'nya. Khi3x... lucu banget deh... parasnya seperti cikal bakal pemikir besar aja...

Akhirnya dia tidur, tapi tidak lama kemudian, dia menangis. Rupanya dia pipip. Karena aku belum pernah menggantikan popok (hanya pernah liat di film-2), jadi Bundanya memberi contoh.

Dan..benar juga, tidak berapa lama, Dede Sarah 'poop'. Kali ini Aku yang membersihkan dan menggantikan popoknya. Sambil merayu dia agar tidak menangis.
Terkadang Dede Sarah rewel dan menangis (yah pokoknya mengeluarkan suara keras), akhirnya Aku gendong dan timang-timang hingga dia mengantuk. Cukup pegal sih.. karena cukup lama.. Dede Sarah emang sulit diajak bobok. Tapi, melihat wajahnya, Aku rela menimang dia lama-lama. I just want to give her comfort as best as I can.
Img_4714_1 Img_4716_1
Img_4722 Img_4731Kalau  Dede Sarah lapar, dia akan menangis keras sekali. Suaranya benar-benar mengundang simpati. Aku sering tidak tega mendengarnya. Apalagi kalau dia menangis, wajahnya langsung memerah dan kadang bibirnya bergetar. Kasian sekali melihatnya begitu. Rasanya ingin langsung memeluknya agar dia merasa nyaman. Nah... Kalau Dede Sarah sudah menangis keras, dia akan membuka mulut lebar-lebar yang akan langsung menutup begitu diberi susu. Lahap sekali...seakan-akan dia takut ASI itu akan meninggalkannya, Dede Sarah kalau minum susu sangat bersemangat, saking semangatnya, terkadang dia sampai berkeringat dan tersenggal-senggal. Hua3x... Sabar sayang...

Aku sampai di apartemen Dede Sarah sekitar jam 10, dan sampai jam 4 sore, kira-kira sudah mengganti sekitar 5-6 popok.. Pernah, Dede Sarah poop dan Aku sedang menggantikan popoknya, eh.... dia pipip... Khi3x... jadi aja sekalian.

Karena kata Bundanya tidak boleh dibiasakan meng-dot saat tidur, jadi dia harus ditimang-timang dulu sebelum tidur.

Bundanya tadi cerita bahwa saat dia sakit dokternya pernah bilang bahwa daya juang Dede Sarah untuk sembuh sangat besar. Ini suatu pertanda bagus, tapi... sepertinya Dede Sarah akan ada kemungkinan bersifat keras kepala. Yah.. buah kan tidak jatuh jauh dari pohonnya :p

Dede Sarah sepertinya ada bakat macho, dia hobby sekali menendang. Kalau minum ASI aja suka grasa-grusu dan akhirnya ASI suka berceceran ke wajah dan bajunya. Kalau sedang berbaring, tangan dan kakinya selalu aktif bergerak-gerak sembari mulutnya mengeluarkan suara 'eh' 'eh'...

Ga sabar melihat dia tumbuh.... :)

Rasanya aneh sekali, waktu benar-benar telah berlalu banyak. Aku masih ingat, kami 'momotaro' selalu memasang wajah jutek kalau di acara Lebaran keluarga mendengar bayi-bayi menangis, sambil menggerutu, 'brisik banget sih'. Tapi sekarang... mendengar suara bayi itu rasanya jauh lebih menyenangkan dari mendengar suara penyanyi manapun. Rasanya seperti memberi kehangatan, seperti mendapat panggilan akan sesuatu. Dulu aku tidak percaya bahwa wajah bayi itu akan membuat tenang lah membuat nyaman lah... tapi sekarang... aku percaya.